Suasana Malam Alum Alun Kidul: Mencoba Masangin

Apa yang ada dibenak Anda jika mendengar kata berwisata ? tentu Anda akan memikirkan tempat-tempat yang indah yang bagus, atau bahkan yang mahal. Perlu Anda ketahui bahwa berlibur atau berwisata tidak melulu harus yang mahal dan mengeluarkan uang banyak. Anda tetap bisa berlibur dan berwisata tanpa mengeluarkan uang yang banyak. Mungkin jarang terlintas di benak Anda untuk berlibur ke Alun – Alun Kidul meskipun hanya sekedar berjalan – jalan dan menyusuri Alun – Alun Kidul Yogyakarta.

Bagaimana bisa ada Alun-Alun Kidul ini? Alun – Alun Kidul merupakan bagian dari Kraton Yogyakarta yang dibangun pada masa Kerajaan Mataram. Dalam pembangunannya, masyarakat Jawa tradisional memiliki dikenal memiliki istilah Catur Gatra Tunggal yang memiliki arti empat komponen dalam satu kesatuan. Hal tersebut diterapkan pada pembangunan Kraton Yogyakarta berserta seluruh bangunan pendukungnya.

Suasana Sore Alum Alun Kidul

Suasana Sore Alum Alun Kidul

Jika diperhatikan di kompleks berdirinya Kraton Yogyakarta terdapat masjid, alun-alun, dan pasar. Masing-masing bangunan tersebut memiliki fungsi tersendiri dan juga memiliki arti yang berbeda. Kraton sebagai pusat kekuasaan, Masjid untuk tempat ibadah, alun-alun untuk kegiatan rakyat dan Pasar sebagai pusat perekonomian.

Seperti diketahui Kraton Yogyakarta memiliki dua alun-alun yaitu Alun-Alun Utara atau Alun-Alun Lor yang letaknya di sebelah utara Kraton, dan Alun-Alun Selatan atau Alun-Alun Kidul yang berada di belakang Kraton. Jika dicermatik, posisi dari Kraton Yogyakarta berada memang berada pada sebuah sumbu. Garis ini dikenal dengan garis imajiner yang saling menghubungkan antara Gunung Merapi, Kraton, dan Pantai Parangtritis.

Terdapat sebuah mitos, bahwa dibangunnya Alun-Alun Kidul ini supaya jika dilihat dari selatan bagian belakang Kraton tetap nampak seperti bagian depan. Hal tersebut konon supaya Kraton Yogyakarta tak membelakangi laut selatan. Seperti diketahui, Kraton Yogyakarta memang memiliki hubungan yang sangat erat dengan Ratu Laut Selatan.

Dahulu sebelum menjadi tempat wisata seperti sekarang, Alun-Alun Kidul digunakan untuk berlatih prajurit Kraton. Para prajurit Kraton biasanya berlatih ketangkasan kuda (Setonan), Manahan (berlatih memanah dengan posisi duduk bersila), dan masih banyak lagi. Selain itu, alun-alun juga digunakan ketika ada acara-acara Kraton lainnya.

Info penting apabila Anda liburan ke jogja dan mencari sewa motor jogja ada jasa rental motor di jogja yang dekat dengan alun alun kidul atau sering di sebut alkid yaitu di Anila Jogja Rental Motor.

Di sekitar kompleks Alun-Alun Kidul juga dibangun Sasono Hinggil yang dulu dipergunakan sebagai tempat para raja untuk menyaksikan pementasan adu ketangkasan antara manusia dan harimau. Tradisi ini dikenal dengan nama Rampok Macan dan kini tempat tersebut telah beralih fungis sebagai tempat pementasan kesenian.

Tak hanya itu, terdapat begitu banyak mitos yang sering dikaitkan dengan Alun-Alun Kidul khususnya keberadaan dua pohon beringin yang tumbuh berdampingan. Sebagian masyarakat Jogja percaya bahwa pohon beringin tersebut merupakan gerbang menuju ke Istana miliki Ratu Laut Selatan. Jika ada orang yang bisa melewati tengah-tengah pohon beringin tersebut dengan mata tertutup, artinya apapun mimpi atau permintaan orang tersebut akan terkabul.

Secara administratif, Alun – Alun Kidul Yogyakarta ini berada di Jalan Alun-Alun Kidul, Kecamatan Kraton, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya sangat mudah sekali dicari. Kira-kira jarak yang harus ditempuh dari pusat kota Yogyakarta adalah 3 Km. Perlu Anda ketahui biasanya orang-orang mengunjungi alun-alun kidul ini ketika malam hari, karena wisatawan dapat menemukan banyak sekali pedagang-pedagang makanan atau jajajan di sekeliling alun-alun, bahkan ada juga pedagang souvenir-souvenir yang bisa Anda beli untuk dijadikan oleh-oleh.

Setelah Anda mengetahui secara singkat seperti apa Alun-Alun Kidul Yogyakarta, apakah tempat inilah yang menjadi destinasi wisata Anda selanjutnya? Sempatkan waktu Anda untuk mengunjungi Alun-Alun yang bersejarah ini.