Jenis Sabun Untuk Sikecil

Jika Anda sedang berencana untuk membeli perlengkapan mandi khususnya sabun sebaiknya ketahui dahulu beberapa macam sabun untuk si kecil.
Sabun batang merupakan sabun jenis pertama yang tersedia untuk bayi. Dan terutama di pasar Indonesia, sabun ini masih menempati peringkat pertama dalam hal pemakaian dan penyebaran. sabun batang tetap bertahan digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia.Sabun batang bayi diproduksi melalui prosesĀ  biasa, memiliki pH basa, menghasilkan busa yang cukup dan tidak licin di kulit yang lebih disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini. Sabun batang sangat baik dipertimbangkan untuk pemakaian sehari hari pada bayi, mengingat harganya yang jauh lebih murah.

Sabun cair tetap kita butuhkan walaupun kita telah menggunakan sabun batang. Minimal untuk keperluan jika kita bepergianĀ  beberapa hari dengan membawa bayi. Jika kita bepergian, membawa sabun batang yang mudah lembek dan repot penyimpananya, Secara umum, sabun cair memberikan busa yang lebih berlimpah dibandingkan dengan sabun biasa dan umumnya pula jika ia mengandung fragrance, maka wangi yang ditinggalkannya akan jauh lebih tetangkap indera penciuman kita dibandingkan dengan sabun batang bayi.
Head To Toe dari namanya kita tahu bahwa sabun jenis ini digunakan untuk tubuh bayi dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Jadi fungsinya adalah menggantikan sekaligus fungsi sabun untuk membersihkan badan dan fungsi shampoo untuk membersihkan rambut dan kulit kepala. Produk ini sangat sesuai digunakan untuk pekerjaan perawatan bayi yang membutuhkan sisi kepraktisan yang sangat tinggi. Sangat bagus untuk ibu yang baru pertama kali melahirkan dan belum terbiasa memandikan bayi.

Semoga Anda tidak kesulitan lagi saat membeli sabun bayi yang tepat dan sesuai dengan keperluan Anda. Jagalah si kecil dengan kasih sayang dan memilih sabun yang baik untuk kesehatan dan perawatan tubuh nya, periksalah ke aslian produk dan tidak bajakan, telitilah akan masa expired nya juga, agar si kecil terhindar dari hal yang tidak di inginkan kan.

info dari: nembelas.com

Kenali Gejala Bronkitis

Beberapa gejala yang menunjukkan bahwa bronkitis yang diderita sudah cukup parah diantaranya batuk, sesak nafas, kelelahan hebat, demam dan menggigil, ketidaknyamanan di dada, serta produksi lendir yang bisa jernih, putih, abu-abu, hijau dan mungkin juga akan mengandung darah.

Tanda yang harus anda ketahui ketika harus mulai memeriksakannnya ke dokter adalah ketika proses tersebut di atas berlangsung lebih dari tiga minggu, anda menjadi sulit beristirahat, demam tinggi hingga suhu badan mencapai 38 Celsius, menghasilkan lendir yang kemudian berubah warna, dahak kita berdarah serta terasa semakin sesak napas semakin hari. Gejala akan semakin jelas membedakan penyakit bronkitis akut atau kronis dari penyakit lainnya ketika mulai memasuki minggu ketiga. Periode penyakit ini harus segera dilakukan tindakan perawatan.

Tindakan perawatan Gejala bronkitis kronis sangat membantu pasien untuk pulih lebih cepat dari seharusnya. Dan sebaiknya kita melakukan pencegahan bronkitis dibanding mengobatinya. Kita bisa dari mulai hidup sehat serta tidak terlalu sering berkegiatan yang sangat dingin dengan hanya menggunakan pakaian secukupnya. Biasakan menggunakan jaket tebal ketika bepergian ke tempat dingin. Sama halnya ketika berkendaraan roda dua di malam hari, maka mantel adalah barang yang perlu kita gunakan untuk menaklukan dingin nya malam.

Hindari tidur yang tidak teratur, seperti tidak tidur sampai larut malam, dan mandi di tengah malam, atau jalan jalan pada malam hari untuk mencari hiburan, seperti ke club malam, dan lain sebagainya, untuk itu jangan lah remehkan hal yang kecil yang bisa menimbulkan gejala penyakit bronkitis atau pun yang lain nya, untuk itu jagalah kesehatan sebaik mungkin agar kita terhindar dari hal yang tidak di inginkan, semoga info dari cheapoakleyglass.com bermanfaat dan terimakasih

Kenali Bermacam Penyakit Kulit Pada Bayi

Bayi dengan umur kurang dari satu tahun pasti akan mengalami gangguan pada kulitnya. Kulit yang melapisi tubuh pada dasarnya memang bertugas melindungi tubuh dari semua serangan baik dari sinar matahari, maupun bakteri. Walau demikian, hal ini tidak terjadi begitu saja. Lapisan epidermis kulit membutuhkan kurang lebih satu tahun untuk berfungsi secara efektif. Oleh karena itu, tidak heran penyakit atau infeksi kulit kerap menyerang Si Kecil.

Berikut ini beberapa penyakit kulit pada bayi yang sering terjadi:

Biang keringat

Bentuk biang keringat berupa benjolan kecil berwarna merah yang biasanya terdapat pada wajah, leher, dan punggung. Biang keringat terjadi karena kulit bayi belum bisa mengatur suhu dengan baik. Jadi waspadai pakaian yang terlalu ketat, udara yang lembap, dan cuaca panas karena dapat memicu timbulnya biang keringat pada kulit.

Cacar air

Bentuk cacar air berupa ruam dan bintil-bintil merah pada kulit di sekujur tubuh. Cacar air akan terasa gatal dan jika digaruk dapat menimbulkan lecet yang akan berbekas di kulit. Bintil-bintil merah ini dapat pecah, kemudian mengering, dan meninggalkan kerak. Cacar air berisiko menjadi penyakit yang serius dengan karakteristik mudah menular.

Meski anak Anda sudah diberikan vaksin cacar, namun tetap tidak menutup kemungkinan bisa tertular di masa dewasa. Namun kabar baiknya, penyakit ini jarang ditemui berkat vaksin tersebut. Berapa pun usianya, baik bayi, remaja, maupun dewasa yang belum pernah menderita atau mendapat vaksin cacar air, wajib mendapatkan vaksin ini.

Eksim

Bayi mulai usia 3-4 bulan sudah berisiko mengalami eksim. Eksim bisa muncul di sekujur tubuh, ditandai dengan kulit bayi yang terasa kasar. Kulit yang kasar ini juga akan terasa sangat gatal. Cuaca panas, cuaca dingin, deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaian bayi, wewangian, serta material pakaian yang digunakan adalah beberapa penyebab-penyebab yang dapat menimbulkan eksim pada bayi. Orang tua disarankan untuk mencari tahu penyebab utama eksim pada bayi agar lebih mudah dalam mencegah atau mengatasinya.

Kutil

Kutil bisa terjadi pada bayi dan anak-anak karena terinfeksi virus atau tertular orang dewasa. Penyakit kulit ini umumnya ditemukan pada jari dan tangan. Kutil pada umumnya tidak terasa sakit, namun bisa menyebar dengan mudah. Penyebaran kutil bisa terjadi melalui sentuhan langsung dengan penderita atau menyentuh benda yang digunakan oleh orang yang terinfeksi virus kutil. Untuk mencegah penyebaran, tutupi kutil dengan perban longgar. Beri tahu anak untuk jangan menggigiti kuku atau mengorek-ngorek kutil. Pada dasarnya, kutil mudah sembuh dengan sendirinya sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Orangtua disarankan untuk mencari tahu faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab dari penyakit kulit pada bayi. Dengan begitu, setidaknya dapat memberikan Anda kewaspadaan lebih tinggi dalam

Info dari: ngawimedia.com